Berhenti Merokok Justru Malah Sakit? Ini Kata Ahli

Attention - Mungkin kamu pernah mendengar atau pernah merasakannya sendiri, orang yang Berhenti Merokok justru menjadi sakit atau kurang enak badan. Pada akhirnya, tak sedikit yang menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk merokok kembali.
Perlu diketahui, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR, mengatakan, hal tersebut terjadi terkait fase gejala putus Nikotin.
"Rasa sakit setelah berenti merokok itu muncul karena Nikotin yang selama ini didapat dari Rokok tiba-tiba berhenti," katanya kepada AkuratHealth, dibilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa, (12/2).
Menurut Dokter Agus, Nikotin menyebabkan tubuh si perokok mendapatkan kenyamanan dari berbagai macam aspek. Mulai dari nafsu makan turun, merasa ada ide-ide yang brilian, hingga merasa tidak stres.
Begitu berhenti, jumlah Nikotin dalam tubuh turun, yang memberi dampak sebaliknya. Orang akan menjadi stres, mudah marah, sulit tidur, nafsu makan meningkat, badan sakit-sakitan. Tapi biasanya, fase tersebut hanya ada pada dua sampai empat minggu.
Kalau fase tersebut bisa kamu lewati, kemungkinan perokok aktif bisa berenti dan tidak adiktif lagi. Dokter Agus memberikan Tips untuk mengatasi fase putus Nikotin ini. Pertama  kamu harus memiliki niat, dan motifasi yang kuat. 
Kedua, segeralah pergi ke dokter. Karena dokter akan membantu melewati fase tersebut dengan bantuan medis. Ada pemberian obat khusus untuk mengatasi rasa tidak enak di fase putus Nikotin ini.


Sumber : Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kanwil Maluku dan BNI Ambon Sepakat Ingin Memajukan Ekonomi Maluku Yang Bertemakan “Sinergi”

Sampai Rp 22 Milliar, Polda Metro Jaya Coba Lebih Dalam Ungkap Kasus Pembobolan Bank BCA

Achmad Baiquni Ditetapkan Kembali Mengisi Direktur Utama, Dari Keputusan Hasil RUPSLB